Skip to main content

Posts

Showing posts from April, 2019

PUISI AKU MENUNTUT PERUBAHAN KARYA WIJI THUKUL

Puisi Aku Menuntut Perubahan - Wiji Thukul
Seratus lobang kakus Lebih berarti bagiku Ketimbang mulut besarmu Tak penting Siapa yang menang nanti Sudah bosen kami Dengan model urip kayak gini Ngising bingung, hujan bocor Kami tidak butuh mantra Jampi-jampi Atau janji Atau sekarung beras
Dari gudang makanan kaum majikan

Tak bisa menghapus kemlaratan Belas kasihan dan derma baju bekas Tak bisa menolong kami Kami tak percaya lagi pada itu Partai politik Omongan kerja mereka Tak bisa bikin perut kenyang Mengawang jauh dari kami Punya persoalan Bubarkan saja itu komidi gombal Kami ingin tidur pulas Utang lunas Betul-betul merdeka Tidak tertekan Kami sudah bosan Dengan model urip kayak gini Tegasnya Aku menuntut perubahan
9 April 1992

Cinta Dalam Sabar | Mata Indah

Cinta Dalam Sabar | Mata Indah
Jatuh Cinta itu mudah yg sulit itu jatuh cinta setelah patah. Masa dimana transisi dari tangis untuk kembali mengais cinta yang baru. Walaupun ribuan kali mulut berujar telah mengikhlaskan namun hati tak pernah bisa lepas dari Cinta yg sudah menancap terlalu dalam.

Namun setelah bertemu dia, Dia yang entah bagaimana, bisa menarik hati yang sudah tenggelam dalam Cinta yang telah Mati. Aku tak pernah menyapanya hanya saja hati kita saling sapa tanpa perlu mulut berucap.

Bukan mata jatuh Cinta tapi hati yang Jatuh Hati. Seperti kasih-Nya ada pada dirinya. Secangkir kopi disiang yang terik itu di sebuah kedai jajanan ringan. Menambah gersang perasaan, beberapa jam kemudian seperti biasa dalam jam yang sama dia selalu mampir ke kedai dengan tawa riang nya dengan rambut kuncirnya dan yang utama dengan Mata indahnya.


Dia memesan seperti biasa satu porsi jajanan ringan pedas. Namun dia selalu memesan tanpa menambahkan bumbu penyedap rasa satu pun hanya polos. Mungki…

Cinta Dalam Sabar | Sebuah Bangkit dari Patah Terpahit

Cinta Dalam Sabar "Sebuah Bangkit dari Patah terpahit"

Ini tentang ku dari aku yang pernah hampir terbunuh oleh hatiku , Bermula dari  Cinta yang gagal berbuah. Setelah ku jaga dan kusemai dengan kasih paling kasih namun hanya berakhir sebagai kisah yang tak terpilih. Manis untukmu amis untuk ku kau pergi dipinang olehnya. Pria yang berhasil merenggut mu dariku dengan cara memaksa menanam benih calon bayi padamu. 
Aku tetunduk lesu melihat wajah lusuhmu. Kau Cinta padaku tapi mengapa kau mau bercinta denganya. Aku menjagamu dengan caraku lalu kabar berbadan dua mu Membunuh rasaku tanpa malu.


Lenyap rasaku jatuh tangisku, berontak nafsuku, tercabik tanpa jeda hatiku. Lalu hariku setelah pesta megah pernikahanya, Rona sendu senantiasa jadi pengantar tidurku. Raga Tercampakan oleh Jiwa, Nalar dibutakan oleh hati . Senyum seolah telah menerima kenyataan tapi nyatanya senyum tak pernah tersimpul nyata. Hanya mimik wajah namun tanpa rasa. Bahagia terkikis kenangan mengiris jalan hidu…