Skip to main content

PUISI AKU BUKAN ORANG BAIK | DHEA QODRATUL HENDRA

PUISI AKU BUKAN ORANG BAIK | DHEA QODRATUL HENDRA





Jika api bisa meminta
Mungkin dia lebih memilih menjadi air
Jika Singa bisa meminta
Mungkin dia tak pernah ingin memakan daging hewan lain
Jika aku bisa meminta
Mungkin aku bisa menjadi sebaik ucapan kalian

Aku memang bukan orang baik
Semua dosa munngkin telah ku singgahi
Aku memang bukan orang baik
Tapi apa hak mu mentasbihkan aku di Neraka-Nya
Dosa yg menjamahku itu urusanku dengan-Nya
Tugas mu hanya mengingatkan bukan mengkafirkan

Kau takan pernah tau beban seorang pendosa ulung
Kau takan pernah tau raung batin seorang pendosa ulung
Kau takan pernah tau tangisan mohon ampun pendosa ulung
Kau hanya ingin tau Aib dari pendosa ulung

Aku bukan orang baik
Namun aku tahu, aku pun berhak jadi orang baik





Comments

Popular posts from this blog

Puisi Rindu Sangat Menyentuh Untuk Kekasih Hati

Rindu Seperti Pilu...
Seperti Sendu.. 
Seperti Membiru.. 
Tapi Rasa itu bukan Begitu... 
Rasa sesak nya Mungkin sama... 
Tapi dipicu|dengan hal yang berbeda... 

Saat seperti itu .. 
Sang waktu seperti berjalan malu... 
Dengan menggambarkan kenangan yang terlukis syahdu... Semua hal bodoh terlihat lucu... 

Kala Rindu|Aku seperti berbicara dengan waktu... Menangkap pesan betapa indahnya dirimu... 
Semua lagu terdengar merdu... 
Dikala hati merindu... 
Entah seberapa jauh aku mencintai... 
Atau diri ini hanya polos | dan sedang tak tau diri... 

Kini | Segala ingin diri ini Tentang duniawi... 
Berpadu menjadi satu hal yang pasti... 
Senyum dan Bahagianyalah yang kini Mesti... 
Dan satu Cita untuk Menikahi...


By Dhea Qodratul Hendra

Puisi Rindu tersebut aku dedikasikan untuk kekasihku yang sangat menerima diriku ini, dia adalah sosok yang dapat merubah diriku jadi pria yang lebih baik dan lebih kuat dari sebelumnya.

Dia lah yang berhasil sembuhkan luka yang pernah terukir di hati ini. 
Teruntuk kamu bunga hat…

Puisi Perjanjian Hati Bikin Baper Sungguh Menyayat Hati

Puisi Perjanjian Hati Bikin Baper Sungguh Menyayat Hati


Puisi adalah gambaran dari The Power Of Love

Dan Berikut Ini adalah bait per baitnya

Selamat Pagi Sayang,
Kusapa Pagimu dengan Rasa Cinta Yang tak Biasa,
Barisan Rindu terbangun kala ku buka kedua mata,
Apa Kau Merasa Apa Yang ku Rasa?

Selamat Pagi Juga Cinta,
Ku Sambut Sapa mu dengan Doa,
Ku Balas RinduMu dengan Kasih,
Tak usah engkau tanya Apa ku merasa...
Pena tak bertuan pun tau cara menulis besarnya rasa cinta ku padamu,

Rasa Cinta Ini kian membumbung tinggi,
Mencoba menggapai segala harap yang ku gantung tinggi,
Jutaan kata Cinta menjadi pendamping dalam bermimpi,
Dan di iringi langkah yang ku jadikan saksi,

Iya... taukah engkau Akan sebuah Mimpi,
Dimana Aku terlelap dalam ruang damai tak bersekat,
Bertemu denganmu yang terasa begitu memikat,
Memanjakan ku dalam simpul bahagia yang menggeliat,
Sampai Rasa Akrabku akan sedih kini tak Terlihat,

Yaa aku sangat Akrab dengan Mimpi,
Dimana Kita saling berjanji untuk saling melengkapi,
Disaat semua sed…

Puisi Kamu Bukan Ibuku Balasan Untuk Sukmawati SoekarnoPutri

Puisi Kamu Bukan Ibuku Balasan Untuk Sukmawati SoekarnoPutri


Kamu Bukan Ibuku
Dalam Tenang Hati ku Tersayat,
Saat Baris Rima Mencoba Menghina Syariat,
Aku Tau agamaku..jelas baik untuku,
Jadi Jangan Coba kau wahai ibu tiri tuk mengganggu,
Untuk Menasehati dengan celoteh Palsumu,
Kering Kerontang Rimamu,
Bagai insan tak Berilmu,

Jangan Usik tidur ku dengan nina bobo ngelanturmu,
Nasehat mu menyulut emosiku,
Apa sebenarnya Maksudmu?...
Ibu Tiri sudah kehilangan Akal dan Jiwanya,
Tanpa Dosa kau ucap Nada Hina melingking di telingaku,

Jika menurutmu Rima  mu itu Indah...
Mungkin kau sudah hilang Jiwa,
Mulai Gila,
dan kau Buta wahai Ibu,

Bapak mu mungkin akan meneteskan Air mata di surga sana melihat Tingkahmu,
Dengan Polosnya kau ucap dan Hina Agamaku,
Aku disini Berdiri korbankan Jiwa Ragaku untuk Memburumu,
Yang coba pisahkan Agamaku dari Negaraku,
Segeralah Mohon Ampun Pada Penciptamu,
Atau Kau segera terima Ajab pedihmu,
Sepedih saudara saudari ku mendenger Celoteh Busukmu.