Skip to main content

PUISI PANTASKAH AKU | DHEA QODRATUL HENDRA

PANTASKAH AKU | DHEA QODRATUL HENDRA


Jika aku dapat memilih, sebagai apa aku tercipta
Aku ingin menjadi Rona Jingga
Ku dapat dinikmati tanpa ada rasa ingin menikmati
Jika aku dapat memilih, aku ingin esok tiada
Sebab aku manusia yang pandai menuai dosa
Setidaknya setelah aku tiada dosa ku berhenti tercipta

Untuk Kamu yang aku cinta tanpa batas apa
Maaf jika bersamaku banyak noda tercipta
Dimana seharusnya aku
Bagaimana seharusnya aku
Untuk apa sebenarnya aku

Sapaku tak lagi jadi dambamu
Sebab khawatirmu jelas saat bersamaku
Pantaskah Aku Mencintaimu

Comments

Popular posts from this blog

Puisi Rindu Sangat Menyentuh Untuk Kekasih Hati

Rindu Seperti Pilu...
Seperti Sendu.. 
Seperti Membiru.. 
Tapi Rasa itu bukan Begitu... 
Rasa sesak nya Mungkin sama... 
Tapi dipicu|dengan hal yang berbeda... 

Saat seperti itu .. 
Sang waktu seperti berjalan malu... 
Dengan menggambarkan kenangan yang terlukis syahdu... Semua hal bodoh terlihat lucu... 

Kala Rindu|Aku seperti berbicara dengan waktu... Menangkap pesan betapa indahnya dirimu... 
Semua lagu terdengar merdu... 
Dikala hati merindu... 
Entah seberapa jauh aku mencintai... 
Atau diri ini hanya polos | dan sedang tak tau diri... 

Kini | Segala ingin diri ini Tentang duniawi... 
Berpadu menjadi satu hal yang pasti... 
Senyum dan Bahagianyalah yang kini Mesti... 
Dan satu Cita untuk Menikahi...


By Dhea Qodratul Hendra

Puisi Rindu tersebut aku dedikasikan untuk kekasihku yang sangat menerima diriku ini, dia adalah sosok yang dapat merubah diriku jadi pria yang lebih baik dan lebih kuat dari sebelumnya.

Dia lah yang berhasil sembuhkan luka yang pernah terukir di hati ini. 
Teruntuk kamu bunga hat…

Puisi Perjanjian Hati Bikin Baper Sungguh Menyayat Hati

Puisi Perjanjian Hati Bikin Baper Sungguh Menyayat Hati


Puisi adalah gambaran dari The Power Of Love

Dan Berikut Ini adalah bait per baitnya

Selamat Pagi Sayang,
Kusapa Pagimu dengan Rasa Cinta Yang tak Biasa,
Barisan Rindu terbangun kala ku buka kedua mata,
Apa Kau Merasa Apa Yang ku Rasa?

Selamat Pagi Juga Cinta,
Ku Sambut Sapa mu dengan Doa,
Ku Balas RinduMu dengan Kasih,
Tak usah engkau tanya Apa ku merasa...
Pena tak bertuan pun tau cara menulis besarnya rasa cinta ku padamu,

Rasa Cinta Ini kian membumbung tinggi,
Mencoba menggapai segala harap yang ku gantung tinggi,
Jutaan kata Cinta menjadi pendamping dalam bermimpi,
Dan di iringi langkah yang ku jadikan saksi,

Iya... taukah engkau Akan sebuah Mimpi,
Dimana Aku terlelap dalam ruang damai tak bersekat,
Bertemu denganmu yang terasa begitu memikat,
Memanjakan ku dalam simpul bahagia yang menggeliat,
Sampai Rasa Akrabku akan sedih kini tak Terlihat,

Yaa aku sangat Akrab dengan Mimpi,
Dimana Kita saling berjanji untuk saling melengkapi,
Disaat semua sed…

Puisi Kamu Bukan Ibuku Balasan Untuk Sukmawati SoekarnoPutri

Puisi Kamu Bukan Ibuku Balasan Untuk Sukmawati SoekarnoPutri


Kamu Bukan Ibuku
Dalam Tenang Hati ku Tersayat,
Saat Baris Rima Mencoba Menghina Syariat,
Aku Tau agamaku..jelas baik untuku,
Jadi Jangan Coba kau wahai ibu tiri tuk mengganggu,
Untuk Menasehati dengan celoteh Palsumu,
Kering Kerontang Rimamu,
Bagai insan tak Berilmu,

Jangan Usik tidur ku dengan nina bobo ngelanturmu,
Nasehat mu menyulut emosiku,
Apa sebenarnya Maksudmu?...
Ibu Tiri sudah kehilangan Akal dan Jiwanya,
Tanpa Dosa kau ucap Nada Hina melingking di telingaku,

Jika menurutmu Rima  mu itu Indah...
Mungkin kau sudah hilang Jiwa,
Mulai Gila,
dan kau Buta wahai Ibu,

Bapak mu mungkin akan meneteskan Air mata di surga sana melihat Tingkahmu,
Dengan Polosnya kau ucap dan Hina Agamaku,
Aku disini Berdiri korbankan Jiwa Ragaku untuk Memburumu,
Yang coba pisahkan Agamaku dari Negaraku,
Segeralah Mohon Ampun Pada Penciptamu,
Atau Kau segera terima Ajab pedihmu,
Sepedih saudara saudari ku mendenger Celoteh Busukmu.